Kategori

Tes HIV

Tes HIV memungkinkan kita mengetahui apakah kita terinfeksi virus HIV. Kebanyakan tes HIV mencari antibodi terhadap virus HIV. Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman tertentu. Setiap antibodi bersifat unik, jadi bila ditemukan antibodi terhadap virus HIV pada saat kita melakukan tes HIV dapat dipastikan kalau kita mengidap virus HIV.

Fakta tentang tes HIV

  • Tes HIV dilakukan untuk mendiagnosis mereka yang baru terinfeksi, untuk mengidentifikasi infeksi yang sebelumnya tidak dikenal, dan untuk meringankan pikiran orang-orang yang tidak terinfeksi.
  • Tes HIV harus menjadi bagian rutin dari praktek medis.
  • Sangat penting untuk melakukan tes hiv pada wanita hamil untuk mengurangi penularan HIV dari ibu ke bayi.
  • Tes HIV biasanya dilakukan dengan dua proses. Proses tes HIV pertama adalah untuk menguji antibodi dalam darah atau air liur. Jika tes HIV ini positif, tes HIV kedua disebut Western blot dilakukan untuk memastikan bahwa hasil tes HIV pertama adalah benar.
  • Jika hasil kedua tes HIV(antibodi dan Western blot) adalah positif, kemungkinan > 99% bahwa pasien terinfeksi HIV.
  • Tes HIV mungkin kehilangan beberapa infeksi, sehingga tes HIV menunjukkan hasil negatif palsu. Hal ini sering terjadi segera setelah infeksi ketika antibodi baru mulai terbentuk dan berada pada tingkat yang terlalu rendah untuk dideteksi (dalam ~ empat minggu infeksi). Jadi sangat disarankan untuk melakukan tes HIV secara berkala.
  • Ada tes HIV gratis di setiap negara. Jadi dimanapun anda berada, bukan alasan untuk tidak melakukan tes HIV, karena setiap negara memberikan tes HIV secara cuma - cuma, atau tes HIV gratis

 

Bagaimana melakukan tes HIV ??

Biasanya tes hiv dilakukan dengan jalan tes darah di puskesmas, rumah sakit, atau klinik.Tes HIV ini dilakukan dengan cara mengambil sample darah pasien. Darah pasien diambil menggunakan jarum suntik sekali pakai, jika tes HIV ini menunjukkan hasil yang positif, maka darah pasien akan diambil sekali lagi, tes HIV akan dilakukan lagi dengan metode tes HIV yang berbeda untuk mendapatkan hasil tes HIV yang lebih akurat. 

Kapan waktu yang tepat untuk tes HIV?

Jika kita terinfeksi HIV, biasanya sistem kekebalan tubuh baru akan membentuk antibodi tiga minggu hingga tiga bulan setelah kita terinfeksi. Masa ini disebut masa jendela. Jadi, jika kita merasa kita terpajan, atau melakukan perilaku berisiko tertular HIV, kita sebaiknya menunggu tiga bulan setelah peristiwa berisiko sebelum kita melakukan tes HIV. Kita juga dapat langsung melakukan tes HIV, dan mengulangi tes HIV tiga bulan setelah peristiwa (bukan setelah tes pertama). Selama masa jendela ini, tes antibodi akan menunjukkan hasil non-reaktif (negatif), tetapi walaupun begitu, jika kita sudah terinfeksi kita dapat menularkan orang lain. Sebetulnya, selama masa awal infeksi ini, daya menular kita paling tinggi sehingga kita lebih mungkin menularkan orang lain kalau kita berperilaku berisiko. Menurut pedoman Kemenkes RI, hasil tes HIV yang non-reaktif tiga bulan atau lebih setelah peristiwa berisiko berarti kita tidak terinfeksi HIV, atau dalam kata lain, kita HIV-negatif.

Saya malu melakukan tes HIV di puskesmas, dapatkah saya tes hiv dirumah?

Bisa, tes HIV sudah bisa dilakukan sendiri dirumah. Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) baru - baru ini menyetujui alat tes hiv dijual bebas. Dengan alat ini semua orang bisa melakukan tes hiv dirumah. Ini merupakan angin segar untuk menghambat penyebaran virus HIV. Semakin dini anda mengetahui status HIV anda,semakin baik

Alat tes HIV yang dijual bebas dipasaran ada 2 jenisnya : 

1. Alat tes HIV Ora Quick: Alat tes HIV di rumah pertama yang diakui oleh FDA. Ora Quick mudah untuk dipergunakan juga sangat dapat diandalkan.
2. Alat tes HIV Icare: Alat tes HIV pribadi ini sangat sensitif, menampilkan hasil dengan cepat serta direkomendasikan oleh USAID.

Penggunaan alat ini sangat mudah, dan hasil yang diperoleh juga cepat. Dalam 20 menit, alat ini sudah bisa memberikan hasil tentang status HIV anda. Jika alat ini menunjukkan hasil yang positif, ada baiknya anda memeriksakan diri ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan selanjutnya. 

Apa yang harus saya lakukan jika tes HIV saya positif?

Terinfeksi HIV bukanlah vonis mati. AIDS dapat dicegah dengan pengobatan antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV dapat kembali “sehat” atau ‘bebas gejala’. Namun virus HIV masih ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan pada orang lain.

Jadi apakah anda masih memiliki alasan untuk tidak melakukan tes HIV? Jika anda beresiko terinfeksi, segeralah lakukan tes HIV.